Pencarian itu… dimulai dari sini

Sewaktu memutuskan untuk berhenti bekerja (kantoran) dan menjadi seorang pekerja lepas (serta full-time mom), yang menjadi harapan saya adalah saya akan menjadi “anytime girl”. Bisa kerja di mana saja, keluar kapan saja, traveling sesuka hati. Konyolnya, saya sampai membayangkan betapa akan sangat keren-nya ketika seseorang menelepon, dan saya memberitahu, “kita ketemuan di kafe anu, ya,” atau “lagi di Starbuck.” (Bukannya saya akan mengunjungi Starbuck lagi sampai kapan pun. Ever!) Namun, kalau-kalau kalian belum tahu, kenyataan itu bisa jadi sangat jauh dari harapan, lho, masbro-mbaksis. Setelah melahirkan anak kedua, angan-angan untuk bisa “ngafe” sambil kerja rasanya semakin jauh… Bukannya mengeluh atau enggak bersyukur, ya, tapi boro-boro bisa keluar bareng teman, nongkrong, atau kerja sambil ngafe, bisa kerja tanpa harus begadang di rumah saja sudah menjadi prestasi besar!

Mengutip istilah seorang teman, multitasking ninja seperti saya ini harus bisa membagi tugas antara ngasuh anak, ngurus suami, bebersih rumah, dan kerja (yang menghasilkan uang) dengan efektif dan efisien. Biasanya, anak-anak saya wajibkan tidur jam 8 (nyatanya mereka baru tidur jam 11 *sighed*), baru setelah itu saya bisa menggarap kerjaan saya. Itu juga sampai begadang. Lama-lama sih jenuh jugaaaaa… saya bahkan sempat terpikir untuk mulai bekerja kantoran lagi (saking bosannya!) Gawat nih, jelas saya butuh perubahan suasana!

Akhir-akhir ini, berhubung anak-anak saya sudah rada bisa mandiri, dan mau dititipin ke kakek-neneknya (dan kakek-neneknya (semoga) senang-senang aja diminta sebentar menjaga mereka), terbetiklah suatu gagasan di benak saya. Kenapa enggak mulai kerja sambil ngafe di sekitar bandung? Sekalian bisa buat review utk kalapjajan toh? Setidaknya sebulan sekali, lah…

Waktu itu sore hari dan hujan turun dengan deras, kami baru pulang dari rumah sepupu saya di Jalan Sumarsana. Kami berempat (saya, suami, serta che dan aero) menemukan kafe yang nyaman di Jalan Taman Cempaka (depan taman foto bdg), Morning Glory Coffee atau MG & Co. Kami pun memutuskan mampir. Dari luar, saya sudah tertarik sama eksterior kafe itu yang ke-Belanda-Belanda-an, dengan gerbang-gerbang lengkungnya yang besar. Bertempat di sebuah gedung tua, dan menghadap ke Taman Foto Bandung, saya langsung suka suasana di dalamnya.

archways

archways

Pikir saya waktu itu, selain menunjang untuk bawa anak-anak ke sini (walau kurang playground buat anak-anak) kafe ini juga enak banget buat kerja sendirian, atau hangout bareng teman.  Menurut saya pribadi sebagai penikmat kopi―walau enggak ngerti dengan segala jenis dan teknik pembuatannya―kopinya enak.2015_0201_15460700

Saya pesan Hazelnut Creme Brulee (IDR 37,5k) yang sayang creme brulee-nya kurang gosong, sementara suami saya pesan Affogato (lupa harganya berapa), yang berupa espresso dicampur es krim vanilla. Affogatonya sungguh enaaaaakkkkkk, meski agak salah pilih juga, soalnya kok hujan-hujan makan es krim. Anak-anak saya sih tidak pesan apa-apa, mereka lebih senang berlarian ke sana-kemari mengingat tempatnya yang luas dan penempatan kursinya yang agak berjarak dan tidak terlalu sumpek (semoga saja mereka tidak mengganggu pelanggan lain).

Untungnya, saat itu lagi Persib Day―para pegawai MG & CO diwajibkan memakai baju persib dan pada malam harinya akan ada nonton bareng persib―jadi ada diskon 10 persen khusus untuk pelanggan hari itu. Yay, bagi saya. Nay, bagi suami saya yang saat itu juga pakai baju persib sehingga bisa disangka pegawai kafe tersebut XD.

persib day

persib day

pak suami yang disangka pelayan karena pakai baju persib

pak suami yang disangka pelayan karena pakai baju persib

Hujan akhirnya reda, kami pun pulang dengan hati senang. Masing-masing sibuk dengan pemikiran sendiri. Suami saya dengan persib-nya, saya dengan rencana-rencana baru saya yang melibatkan pencarian kafe-kafe asyik dan nyaman untuk dijadikan tempat kerja nomaden saya.

Dan… pencarian saya pun dimulai dari sini.

MORNING GLORY COFFEE

Jln. Taman Cempaka, Bandung (buka juga di Setrasari Mall, dan di Jln. Trunojoyo)

Cozy work space: Yes

Suitable for children: Yes

Public transportation access: dilewati angkot rute Riung Bandung-Dago

Parking: off street.

Price range: (lupa dicatet)

Facilities: wifi access, smoking area, comfy sofa (belum tahu apakah ada private room atau meeting room-nya)

[Kalap Jajan] I Scream for Ice Cream – Ice Cream Parlor

Hari minggu kemarin ceritanya mau ke Dago CFD, tp biasa deh, rombongan lenong… saking riweuhnya jadi terlambat. baru jam setengah tiga sampai dago-nya, dan CFD-nya wis bubhaaarrr… XD

Mumpung udah di kota (iyaaaa… rumah saya di bandung coret, jadi kalau ke dago, kami nyebutnya ke “kota”, bully aja, bully… :p), kami putuskan untuk main ke Kijang Mas di Hariang Banga 6, sekalian beli pernak-pernik bread-baking. Etapi… tokonya tutup (baru tau belakangan, kalo PD kijang mas ini bukanya senin-sabtu, 09.00 – 17.00).

Dalam perjalanan pulang, kami merasa menemukan “hidden gems” begitu ngeliat kedai es krim/ice cream parlor I SCREAM FOR ICE CREAM. Apalagi cuaca akhir-akhir ini panas banget, yak…. Cusss… langsung parkir. Tempatnya nyaman sekali, asik buat nongkrong/arisan sambil gosip #eh.

Rasa es krim-nya juga klasik. Ada pilihan es krim dan es puter. Trus yang es krim pun ada pilihan yang biasa dan marbelicious. Yang marbelicious ini superdelicious deeehhh… enaaaaaakkkkkk…

Here’s the picture:

1-2014_1012_14565200

1-2014_1012_14400600

Vanilla marbelicious (with two different toppings)

1-2014_1012_14402000

1-2014_1012_14403600

1-2014_1012_14404600

1-2014_1012_14455300

1-2014_1012_14460900

 

I Scream for Ice Cream – icecream parlor

Jln. Hariang Banga 17 Bandung

Price range: 30000 – 35000

 

-nat-

PS: jadi tambah pengen punya ice cream maker, euyyyy…

Nge-Dim Sum di Bandung Suki, Braga

Hidangan yang kami pesan (baru sebagian)

Nasi Ketan n Bubur Ayam Pitan yang kudu dicoba!

Bakpao isi ayam

Hakau goreng udang

siomay cumi (kalo gak salah)

Siomay udang

Hakau - Menu wajib kalau mau nge-dimsum di mana pun 😀

Ceker Ayam - terlalu "giyung" untuk selera saya

Pangsit goreng isi udang+mayo (depan), dan chicken pastry (?)

Siomay kepiting

Sekali-sekali, coba deh dim sum di Bandung Suki, Jalan Braga, Bandung. Saya menyempatkan ke sana karena ada promo buy 1 get 1. Hihihi… maklumlah, cewek modis (modal diskon). :p

Saya ngajak gerombolan siberat alias abang saya, yang menyenangkan kalo diajak makan-makan tapi tidak menyenangkan kalo ditraktir. Soalnya dia gak segan nyoba menu baru, sementara saya dan suami saya orangnya suka pilih-pilih makanan, kan tekor bhoooo… berat bayarnya. HAHA.

Yah, mau cerita aja, yang menurut saya kudu dicoba di sana itu Bubur Ayam Pitan, Hakau, sama Nasi Ketan-nya. Oiya, Dim Sum Kepiting n Dim Sum cuminya juga enak!!! Saya sih lebih suka yang digoreng-goreng.

Yuk nge-dimsum di Bandung Suki…

-nat-

Makan Malam di Le Marly Pantry, Bandung

Ini kali kedua saya berkunjung ke Le Marly yang letaknya di Jalan Citarum No. 10 (di samping Istiqomah). Gara-gara ketagihan waffle blueberry n saladnya.

Berikut ini hidangan yang kami coba:

"Well-Done Sirloin yang Medium" ... nah, lhooo... bingung kan? BTW, salad sayurannya enak banget. Kentang tumbuknya lumayan, walau kerasa banget susunya.

MOROCCAN MINT TEA - minuman rasa odol yang jadi favorit saya di sini... segerrrrr...

CARAMELIZED BANANA WAFFLE - Ibu saya keukeuh ngomong "kok waffle pake kolak pisang?". Haha... tapi berhubung saya pencinta pisang, rasanya enak-enak aja kok!

BLUEBERRY WAFFLE - cuma satu kata dari saya... "ENAK!"

Salad sayuran (biasa) untuk empat orang dengan dressing mayonaise+thousand island ... saya paling suka irisan tomat ceri-nya. bikin tambah seger...

CHICKEN CREAM SOUP - Anak saya suka banget!

GREEN MOJITOS - "Minuman di dalam keler (stoples)," kata suami saya. #krikkrikkrik

Waktu pertama kali ke sini, saya sempet bingung. Soalnya disodorin menu yang cuma satu papan besar, dan berisikan nama-nama makanan yang sangat asing bagi saya. Untung aja mbak-n-mas pramusajinya sangat membantu! Jadi kami nggak keliatan norak banget karena nanya-nanya terus. Hihihihi… Lalu, uniknya, menu untuk minuman ditempel ke botol bekas wine gitu.

Tempatnya nyaman n asik buat nongkrong, saya nggak sempat motret dekorasinya soalnya riweuh ngurus budak. Konon, Le Marly ini terkenal dengan menu-menu sarapannya yang enak. Kapan-kapan nyoba ah sarapan di sana…

-nat-

Nongkrong di Oh La La Cafe, BIP

Sebenernya jajan di sini udah beberapa hari yang lalu, tapi saya baru sempat ngepost sekarang.

Untuk ukuran tempat nongkrong, kafe di BIP ini nggak senyaman Oh La La yang di PVJ atau di PIM (Jakarta). Mungkin masalah penempatan kursi-kursinya yaaaaa… Biasanya saya suka nongkrong di kafe ini selama berjam-jam.

Yah, ini minuman2 segar yang saya (dan geng) beli di sana. Menurut saya harganya muahal untuk minuman (doang). Rasanya masih nggak rela sih minum jus strawberry seharga 35.000…. Tapi itu kan kata saya, yaaahhh… jadi harga itu relatif, jenderal!

Ice Blended Strawberry

 

Traffic Light

 

Ice Blended Green Tea

 

Jadi haus…

-nat-