“Acknowledge” yang berarti “Mensyukuri”

Hulaaa… sudah lama tidak posting di sini, dan akhirnya punya topik “agak berat” untuk dituliskan. Hehe.
Dari naskah yang saya terjemahkan saya menemukan kalimat berikut ini:

There are none so impoverished as those who do not acknowledge the abundance of their lives.

 

Terjemahan awalnya adalah ini:

Tak ada orang yang lebih miskin daripada mereka yang tidak menyadari betapa berlimpahnya hidup mereka.

 

Tapi, menurut thefreedictionary, ternyata “acknowledge” juga berarti:

 To express thanks or gratitude for alias berterima kasih; mensyukuri.

 

Saya sunting lagi menjadi seperti ini:

Tak ada orang yang lebih miskin daripada mereka yang tidak mensyukuri betapa berlimpahnya hidup mereka.

 

Memang masih perlu dipoles lagi sih biar kalimatnya jadi lebih ngalir. Tapi setidaknya, pesannya tersampaikan. 🙂

Sekian. Inspirasi ini menghampiri saya setelah saya “istirahat sejenak” dari menerjemahkan naskah yang dimaksud. Seperti kata Lauren Kate, “Translation requires time and positive vibrations.” (jadi ada alasan buat procrastinating) :p

 

-nat-

 

Nat’s Life Updates (23 – 29 September 2013)

  • Naskah kerjaan yang saya hadapi menentukan jenis minuman yang saya minum. Misalnya, kalau naskah memusingkan dan bikin “jangar” saya BUTUH kopi hitam kental. Kalau naskahnya memusingkan saja, kopi sachet-an pun tidak masalah. Yang menyenangkan adalah kalau naskahnya santai, saya bisa minum apa saja. Gimana mau hidup sehat, coba? Hihihi… bagaimana dengan kalian?
  • Got tons of e-books from my friend. Including Screaming Staircase by Jonathan Stroud. Bless you, Koh! Tapiiii… daftar to-read books saya numpuk. Kapan sempat bacanya? T__T
  • Ada saat-saat di mana seseorang butuh “tepukan punggung” yang menyemangati dan  menguatkan. Dan seminggu belakangan ini adalah salah satu dari saat-saat seperti itu bagi saya. *puk puk nana* “Sabar ya. bu,” kata saya pada diri sendiri. Itu mantra buat diri sendiri kalo merasa mau “koar-koar”, “ngamuk-ngamuk”, “nyela-nyela” atau “ngeluh-ngeluh” di dunia maya.
  • Ada yang nawarin jenis pekerjaan yang bisa dibilang baru untuk saya. Setelah menimbang kemampuan dan kondisi, akhirnya saya tolak. Mencoba hal baru memang asyik dan menantang, tapi kalau tanpa persiapan, tanpa pengetahuan, tanpa pengalaman dan maen terjun begitu aja, nekat namanya. Apalagi kalau kredit-beli-tas dipertaruhkan. *lambai-lambai bendera putih*
  • Beberapa hari yang lalu kami sekeluarga sempat ke Gramedia BSM, dan saya *saya sendiri kaget* membeli buku masakan. Ini judulnya: 101 Variasi Lauk Pauk oleh Chef Hendry Ramaly Hutama, Kriya Pustaka. Belum dicoba sih resepnya, tapi kayaknya “lumayan” mudah. #emakemakbanget

Having a conversation with myself

Me: Tempat perlombaan mobil namanya apa? Itu lho, kalau mobil balapan, tempatnya namanya apa? Kayak sentul itu lho? Mobil lewat nguing-nguing muter-muter jalan namanya apa? Kayak sirkuit NASCAR gitu. Apa ya namanya?

Myself: Sirkuit?

Me: Ya itu dia! Sirkuit.

Myself rolled her eyes.

 

At that time I was at an impasse, I’d often had that conversation with myself… aloud!

First sign of madness?

*grinned*

 

-nat-