“Acknowledge” yang berarti “Mensyukuri”

Hulaaa… sudah lama tidak posting di sini, dan akhirnya punya topik “agak berat” untuk dituliskan. Hehe.
Dari naskah yang saya terjemahkan saya menemukan kalimat berikut ini:

There are none so impoverished as those who do not acknowledge the abundance of their lives.

 

Terjemahan awalnya adalah ini:

Tak ada orang yang lebih miskin daripada mereka yang tidak menyadari betapa berlimpahnya hidup mereka.

 

Tapi, menurut thefreedictionary, ternyata “acknowledge” juga berarti:

 To express thanks or gratitude for alias berterima kasih; mensyukuri.

 

Saya sunting lagi menjadi seperti ini:

Tak ada orang yang lebih miskin daripada mereka yang tidak mensyukuri betapa berlimpahnya hidup mereka.

 

Memang masih perlu dipoles lagi sih biar kalimatnya jadi lebih ngalir. Tapi setidaknya, pesannya tersampaikan. 🙂

Sekian. Inspirasi ini menghampiri saya setelah saya “istirahat sejenak” dari menerjemahkan naskah yang dimaksud. Seperti kata Lauren Kate, “Translation requires time and positive vibrations.” (jadi ada alasan buat procrastinating) :p

 

-nat-

 

Worry yang BUKAN cemas, risau, khawatir

Beberapa waktu yang lalu, saya menemukan kalimat di bawah ini dalam buku yang sedang saya terjemahkan:

Back and worth I went, worrying the subject like a dog with a bone. 

Terjemahan awal saya begini:

Aku bolak-balik mencemaskan masalah tersebut seperti anjing dengan tulangnya. 

Setelah saya baca ulang terjemahannya, agak penasaran juga “bagaimana anjing mencemaskan tulangnya”?

Naaahhh… baru saya sadar, pasti ada “sesuatu” dengan kata “worry” ini.

Saya cek lagi thefreedictionary.com dan mendapatkan ini:

WORRY v.tr To seize with the teeth and shake or tug at repeatedly: a dog worrying a bone.

dan ini

(Life Sciences & Allied Applications / Zoology) (when intr, foll by at) to bite, tear, or gnaw (at) with the teeth: a dog worrying a bone.

Ternyata di sini maksudnya: masalah itu “dikunyah” seolah-olah si protagonis hendak mencernanya.

Sempat ragu juga pakai kata “mengunyah”, tapi begitu saya mengecek kbbi, saya temukan arti kata ini nomor (2):

mengunyah

v 1 menghancurkan atau melumatkan (makanan dsb) dalam mulut dengan gigi; memamah; (ki) memikirkan (memahami dsb) baik-baik (tentang pelajaran, pengetahuan, dsb); 3 (ki) berulang-ulang mengatakan (menyebutkan);

 

Jadi ini terjemahan akhir saya:

Aku bolak-balik mengunyah masalah tersebut seperti anjing dengan tulangnya.

Semoga bisa diterima oleh editornya.

-nat-

Bully

Bukan, ini bukan cerita tentang bullying yang marak di berbagai tempat akhir-akhir ini.

Ini cuma “note-to-self” alias catatan pribadi aja supaya saya nggak lupa. :p

Akhirnya saya menemukan padanan kata “bully” dalam bahasa Indonesia (haregenebarutau?! toyor diri sendiri).

Bully =  “risak”, “merisak” : mengusik; mengganggu; menggoda; menjaili (source: KBBI).

Walaupun menurut saya, bully bisa juga “mengintimidasi,” “menindas,” “menggertak”.

Ya, nggak seh?

-nat-