Blusukan ke Pasar Mandalagiri, Garut

Hari Sabtu-Minggu kemarin kami pulang kampung ke Garut. Bukannya mengunjungi tempat-tempat wisata di sana, kami malah blusukan ke Pasar Mandalagiri, Garut khusus untuk mencari kacang hitam, yang susah banget dicari di Bandung.

Kacang hitam, konon, merupakan jenis kacang yang paling tinggi kandungan gizinya, yang dapat mencegah kanker dan penuaan dini. Kacang hitam juga enak buat dibikin angeun kacang lho.

Kacang hitam a.k.a Black Beans

Kacang hitam a.k.a Black Beans

Di sana juga kami membeli kerupuk kakap, yang enak beuuutttt… (kalo mau coba, bisa japri ke saya). Sebenernya kerupuk kakap ini juga ada di bandung, ibu saya nemu kerupuk tersebut di Kosambi. Tapi, setelah digoreng ternyata beda banget dengan kerupuk kakap yang dibeli di Garut.

Kerupuk kakap yang masih mentah

Kerupuk kakap yang masih mentah

Pasar Mandalagiri ini letaknya di pusat kota Garut, dan barang yang dijajakan cukup lengkap, mulai dari jualan yang lazim ditemukan di pasar2 lain pada umumnya, jajanan pasar, sampai buah-buahan. Nah, di jalan Mandalagiri ini pula ada kuliner khas Garut yang sudah melegenda, Soto Ahri. Sayang, kali ini kami nggak sempat mampir ke sana.

Oiya, di rumah mama mertua ada kebun buah-buahan. Berhubung lagi musim mangga, kami pun panen berkresek-kresek mangga! *cihuy* Selain mangga, ada juga pohon pisang, sawo, pepaya. Surga bagi pencinta buah seperti saya.

Nah, di depan rumah mamamer ada pohon jambu yang unik. Kalau dilihat sekilas, buahnya mirip buah jeruk, tapi rasanya tetap rasa jambu air walaupun ada aroma jeruknya. Setelah gugling sana-sini, saya baru tahu kalau itu adalah buah Jambu Mawar.

Jeruk padahal jambu

Jeruk padahal jambu

Ini jambu! Sungguh!

Ini jambu! Sungguh!

Masih nggak percaya?

Masih nggak percaya?

Trip kami ke Garut kali ini sungguh berbeda. Bukannya bawa oleh-oleh berupa dodol, chocodot, bagelen, dan lain-lain yang khas garut, kami malah membawa pulang mangga, pisang, kacang hitam, kerupuk kakap, dan jambu mawar. Dan bukannya mengunjungi tempat-tempat wisata, kami malah blusukan ke pasar! XD

antimainstream pisan, euy. :p

-nat-

Nat’s Life Updates (2 – 8 Des 2013)

  • Beli sencha di indokombucha. Trus karena pengen coba kombucha-nya juga, saya pesan kombucha original green tea 1 liter. semoga enak… Update: Kombuchanya udah datang. Thx Pak Arsenius. Ternyata enak, rasanya mirip banget sama tebs.
  • Sebenernya udah dari Halloween bulan oktober lalu saya kepingin bikin pai labu (tidak, saya tidak ikut merayakan halloween, tapi berhubung ada gambar labu/kue labu di mana-mana, saya jadi ngiler). Dan beberapa saat lalu, teman saya bikin pai labu, yang penampakannya menggiurkan. slurp… resepnya katanya dari dapur mbak hesti. Memang menggiurkan, yaaa! *slurp* *lap iler* etapiiiii… bikin kulit pai-nya kok kayaknya susah. Hampir aja saya nyerah. Tapi berhubung masih belum terpuaskan, saya pun googling sana-sini, nemu blog-nya koki malas, di sini. Yak, saya putuskan mengolaborasikan keduanya. Foto menyusul X-). Baking project minggu depan nih! 🙂
  • Teringat punya stok strawberry berlimpah, tapi hampir busuk. Dan berhubung udah punya resep kulit pai (pie crust) yang tanpa telor dan mudah, kenapa nggak dijadiin pai aja stroberinya?
  • Memutuskan untuk mengaktifkan blog buku saya lagi. Dulu blog Bookzfreak ini ada di Blogger/Blogspot, sekarang saya pindahin ke wordpress. Biar ngumpul semua. Hihihihi… Berkunjung, yaaaaa…

 

  • Sabtu-minggu pergi ke Garut.

Nat’s Life Updates (21 – 27 Oktober 2013)

  • Beli botol-botol lucu di sini. Tapi kok belum sampai-sampai, ya? hiks…
  • Beli raw almond nut di superfood indonesia 🙂 mari kita bikin almond milk.
  • Ceritanya mau bikin menu bulanan biar masak tiap hari bisa beda-beda, terinspirasi dari tulisan ini. It failed miserably. *tet-tot* Hari pertama langsung gagal total, karena seminggu ini kami ngungsi ke rumah ibu dan bepergian ke luar kota. Jadi sia-sia deh belanjaannya. Busuk semua. Kembali ke “menu dadakan” aja deh… tahu-telor-tempe-kadang2 ayam-kadang2 daging sapi-kadang2 udang X-P *emak-emak ogah rempong* Tapi tetep mau dicoba, sih, suatu hari nanti.
  • Papache mendadak harus pergi ke cianjur dan sukabumi, dan berhubung keadaan serta keuangan memungkinkan, saya, che, dan aero ikut. hihihihihihi… much-needed vacation, indeed. hahayyyyy… #feeling excited #feeling grateful. foto-fotonya che-ro bisa diliat di sini, ya. Catatan perjalanan saya bisa dilihat di sini.
  • Bikin oseng tempe-buncis. iyuuuuh gak enak banget X-( mana saya bukan penyuka tempe. resep tidak saya share, soalnya gagal total. saya mendapatkannya dari salah satu situs web masakan yang terkenal. meh Itulah sebabnya saya lebih suka cari inspirasi resep di blog emak-emak, yang resep-resepnya udah teruji dan kata mereka enak.
  • Ada kutipan yang saya suka dari Paul Salopek:  “By walking, I am forced to slow down. The world blurs and flattens with speed. On foot there is clarity.” Yuk kita lihat dunia dengan lebih jelas lagi. 🙂
  • Pengen bikin Vitello Tonato. Kayaknya enak… makanan pembuka khas italia. Dicatat dulu di sini, biar gak lupa.
  • Hari Sabtu kemarin, Che bagi rapor. Dari pembicaraan dengan bu gurunya, Che terkesan susah konsentrasi dan selalu terburu-buru. Pesan ibu guru ke saya, “Harus lebih sabar, ya, bu. Cheva-nya diingatkan terus ketika sedang melakukan sesuatu.” Rupanya, Che lebih suka dengan kegiatan yang berkaitan dengan musik, gerak, dan tari. Anak kinestetik katanya. Tapi kalau baca di sini, sepertinya Che cenderung bertipe auditorial + kinestetik. Sementara Aero jelas sekali lebih kinestetik. Masing-masing anak butuh gaya pengasuhan/pengajaran yang berbeda. *yang belajar bukan cuma anaknya, tapi juga orangtuanya, ya* “KIta belajar bersama, ya Che, Ero…”

[Food Photography] Ase Cabe khas Jawa Barat

IMG_0936

 

Ini ase cabe khas jawa barat buatan ibu saya (yang sebenarnya orang asli kalbar, XD). Beliau belajar resep ini dari bekas ART, dan akhirnya jadi masakan andalan beliau.

Silakan googling resepnya, karena saya nggak tahu, dan resep ala ibu saya selalu melibatkan “Gampang, tambah INI secukupnya, INU dikeprek sesuai selera, sejumput ITU, dll”

Kalau lihat di google, kayaknya gak ada resep baku dari Ase Cabe ini, jadi saya nggak tahu yang asli itu yang kayak bagaimana. Intinya adalah cabai besar (biasanya pakai cabai hijau atau cabai gendot–seperti di gambar) ditambah kaldu/kuah sapi, CMIIW.

Yuk main ke rumah [ibu] saya. Nanti disuguhi ase cabe buatan beliau. 🙂

 

-nat-