Travel Writing Workshop with Agustinus Wibowo

Hari sabtu ini (1 Maret 2014), saya ikutan workshop travel writing bersama Agustinus Wibowo (penulis Selimut Debu, Garis Batas, Titik Nol) di Mizan, Cinambo, Bandung. Niat utamanya (dan terselubung) sih berburu tandatangan beliau. Dannnn… dapet!

2014-03-01 18.21.26

Tentu aja “dapet” berhubung saya NODONG langsung di depan mukanya. X-P

Saya bukan orang yang bisa bercerita mendetail dan panjang lebar (lhaaa… buat apa ikutan workshop kalau enggak mau belajar, ya?) Tapi intinya, ada dua perkataan Mas Agustinus yang mengena banget ke saya… “To be a good writer, one must be a good reader” dan “Untuk mendapatkan tulisan yang bagus, jangan ragu-ragu untuk membuat tulisan yang jelek. Tapi terus revisi-revisi-revisi.”

Tujuan kedua saya ikut ini sebenarnya bukan untuk belajar menulis, tapi lebih mencari faktor pendorong yang lebih kuat untuk memotivasi saya agar lebih banyak menulis. Enggak cuma ngambil foto dan menambahkan caption seadanya pada foto, tapi benar-benar menulis. Lengkap mulai dari bagian Pendahuluan, bagian Tengah, dan bagian Akhir.

Semoga dengan ikut workshop itu ada manfaatnya buat saya. Dan blog ini lebih berisi dengan tulisan-tulisan yang menarik.

Aamiin.

 

Tapi yang pasti, dengan ikut workshop ini, kesan saya tentang kalimat yang mengandung kata-kata “matahari bersinar cerah”, “surga dunia”, “destinasi wisata yang WAJIB dikunjungi”, “tempat PALING … sedunia”,  dan kalimat lebay lainnya, berubah selamanya. 😛

 

-nat-

Life Projects

capture_16

Kalau punya rumah sendiri, saya (dan suami) kepingin sekali melakukan banyak hal. Yah, harusnya sih nggak perlu nunggu punya rumah sendiri untuk memulai hal baru/perubahan, itu hanya salah satu “excuse” saya aja. :p Semuanya ada hubungannya sama foto-foto dan dunia perbukuan (saya), foto-foto dan dunia pertukangan (suami). XD

  1. Eksperimen foto, nanti bakal saya tag #photographyproject atau #photoproject, seminggu minimal 1 kali
  2. Eksperimen masak, bakal saya tag #cookingproject atau #bakingproject atau #culinaryproject sebulan minimal 1 kali
  3. Pengen ngerujak di belakang rumah
  4. Berkebun/bercocok tanam (errr… not really!) ==> sebenarnya ini proyek suami saya.
  5. Pengen barbekyu-an di belakang rumah
  6. Bertukang ==> ini juga proyek pribadi suami
  7. Menyempatkan diri untuk baca minimal baca seminggu 1 buku (di luar kerjaan, ya!!!) #readingproject #currentlyreading
  8. Pengen nulis buku :p
  9. Pengen lebih banyak nulis blog.
  10. Healthy living (makan sayur + buah + minum air putih, olahraga)
  11. Pengen  bertualang! #warawiriwae
  12. Program penggemukan badan. :p Saat proyek ini dibuat berat badan saya: 39kg, suami saya 47 kg. Kenapa program pengemukan? Karena udah ada terlalu banyak orang yang berkomentar: “Ya, ampunnn… kurus banget, sih. Kasian amat sih hidup lho!” Yap, berat badan kami terlalu kurus untuk dikatakan ideal. *sighed*

Nanti daftarnya saya tambah lagi!

-nat-

So beautiful it made me cry

“Wahai jiwa yang damai, Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku.”

“O peaceful and fully satisfied soul, return to your Lord, well-pleased (with your good end) and well-pleasing (in the sight of your Lord). Join My (righteous) servants and enter My Paradise.”

(Al-Fajr 27 – 30)

Aamiin.

Semoga saya termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beriman.

-nat-

*lagi insaf*

*padahal sebelumnya pengen nyela-nyela orang*

*astaghfirulloh al’adzim*

*insaf lagi*

My Tulisan

I had stumbled upon an interesting blog long time ago, when I was looking for online stores that sell cute tote bag. And i fell in love with it straightaway.

I’ve always been fascinated by creative people, how they inspire others through their works.

So, meet Melissa Sunjaya, an artist and founder of Tulisan, here.

What is Tulisan?

“Tulisan is a collection of handmade, limited-edition illustrated prints that are applied to bags, totes and household accessories. Each illustrated edition is based on a story reflecting varying themes of the heart and is complemented by color palettes that are hand-selected to illuminate each soulful narrative. Tulisan is for everyone who loves fresh prints and exceptional handmade items.”

There are distinctive touches and details in their works, and every series of Tulisan has its own story. Bravo Tulisan’s team!!!

Uh-oh, and now I’m droolling over their Collector Edition: Victor Tote.

Tapi, kalau mau beli satu aja tas seri kolektor ini, saya harus puasa jajan selama dua-tiga bulan. But i think it’s worth it. Semoga bisa terbeli tahun depan. Aaaannddd… they are all just too beautiful so i couldn’t choose which to buy… T__T

Oiya, berhubung collector edition-nya belum bisa terbeli, saya putuskan untuk beli tote bag Tulisan yang lain yang juga sama cantiknya. (laaah, katanya mau puasa jajan?)

WP_TIG1BATCH12_01

Hihihi… UPDATED 20122012

My First Tulisan

My First Tulisan

Kalau ada yang komentar: eya ampuuunnn… beli tas [sepatu/buku] lagi?!

Ini jawaban saya:

One can NEVER have TOO many bags [shoes/books]. PERIOD.

-nat-

PS: Maaf bahasanya campur aduk, saking semangatnya… 🙂

DuaRansel.com

Dari dulu saya punya keinginan untuk keliling Indonesia & dunia (tentu saja)! Dan beruntung, saya mendapatkan suami dengan visi & cita-cita yang sama (love you so much, dear hubby).

Nah, baru-baru ini, saya nemu webblog ini. Penulisnya adalah sepasang suami istri yang hidup “nomaden” dari satu negara ke negara lain, Dina & Ryan. Kisah hidup memiliki kemiripan dengan buku yang pernah saya baca “honeymoon with my brother”-nya Franz Wisner. Mereka menghentikan sewa apartemen mereka (sehingga tidak punya alamat tetap lagi), dan menjual serta menghibahkan barang-barang, so that they can unite with the global community as backpackers.

Their stories are really inspiring. And one day, when my family has started to settle, we (me, hubby, che AND aero, of course) will pack our things and set off.

wish us luck, all!!! And welcome us with your open hand, world!!

 

-nat-