Pelangi

pelangi

 

 

Azan Magrib sebentar lagi berkumandang, ketika Che tiba-tiba berteriak sementara saya sedang menekuri artikel-artikel menarik di Internet. “Mama, ada pelangi.”

Sambil buru-buru mengambil kamera, saya bergegas mengikuti anak sulung saya ke belakang rumah. Benar saja, di sana pelanginya. Hujan baru berhenti, setelah sesiangan tadi matahari bersinar terik dan membuat saya agak kelengar. Aroma tanah basah bercampur roti yang sedang saya panggang meruap di ruangan. Warna langit seperti daging ikan salmon, oranye dengan galur-galur putih kekuningan samar. Matahari sedang terbenam. Saya bidikkan kamera ke angkasa, beberapa kali saya jepretkan, gambar pelangi pun terekam. Pelangi pertama saya setelah sekian lama.

“Pelangi, pelangi, ciptaan Tuhan…” Lamat-lamat terdengar suara Che menyanyi di latar belakang…

 

-nat-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s