Curhat Emak-Emak (part 1)

Seperti biasa, kalau Papa Chero lagi ke luar kota, saya mengungsi ke rumah ibu. Sebetulnya, malam sebelumnya saya sudah berani tinggal berdua sama sama Aero (Che sedang di rumah ibu karena harus bersekolah di dekat situ), tapi pada pagi harinya, Papa Chero iseng banget cerita soal hantu di telepon. >__< *sebal*

Tapi tenang aja, curhatan ini bukan soal hantu, kok! *Acung 2 jari*

Yak, lanjuuuuttt…

Awalnya sih saya santai saja, belum merasakan apa-apa. Tapi karena lagi musim hujan, baru jam 10 pagi saja keadaan sudah mendung dan agak gelap. Mulailah saya merinding-rinding disko (Bukaaaaannnn… bukan tentang hantu, kooook!) Tanpa pikir panjang, setelah mandi, dan Aero sudah bangun dari tidur paginya, saya langsung angkat kaki dari rumah, pergi ke rumah ibu, naik angkot berdua Aero. Off to the safety of ketek ibu. (yeaaa, saya tetaplah anak ibu saya :p *pembenaran* *pembelaan diri*)

Jarak dari rumah saya ke tempat angkot mengetem di depan pasar lumayan dekat. Meski harus melewati jalan perkampungan yang kalau ada motor/mobil lewat, saya harus melipir minggir-minggir (ya iyalah, melipir ke pinggir!) supaya nggak kecipratan genangan air. Musim hujan gini, becek bhoo!

Begitu sampai ke depan pasar, ternyata saya nggak perlu menunggu lama, karena angkotnya lumayan penuh dan nggak mengetem lagi. Hore!

Seperti biasa, kalau naik angkot, saya selalu duduk di ujung paling belakang sejajar dengan supir. Soalnya jarak yang saya tempuh lumayan jauh, dan sedang membawa bocah pula. Jadi, supaya tidak digeser-geser orang, saya menggeser duluan ke ujung.🙂 Aero itu tipe anak yang kalau bertemu orang-orang asing, langsung diam malu-malu. Dia duduk manis di pangkuan emaknya sambil terangguk-angguk mengantuk.

Di depan saya, duduk seorang ibu bersama putranya yang mungkin anak  SD, walau dia tidak pakai seragam. Wajah anak itu masih polos, dan entah bagaimana tampak “bijaksana,” tipe anak yang dewasa sebelum waktunya.

Di kursi artis (itu lho yang duduknya menghadap ke belakang), duduk sekelompok murid SMP laki-laki. Mereka asyik sendiri, mendiskusikan apa yang biasanya didiskusikan anak lelaki baru gede. Saya senyum-senyum sendiri melihat mereka, mengingat anak-anak saya dua-duanya cowok, dan suatu hari nanti akan menjadi ABG seperti mereka. Kayaknya seru, ya jadi remaja cowok. Di sini, suasana hati saya masih sepenuhnya positif.

Suasana hati saya yang baik langsung memudar ketika anak-anak itu mulai memperlihatkan dan berbagi sesuatu di ponsel mereka, dan teraduh-aduh sesama mereka sendiri. Euuuhhh… saya sudah curiga kalau itu foto/video  mesum. Dueng, deh!

Ketiga remaja laki-laki ini semakin heboh dan omongannya semakin mengerikan. G*bl** Anj*** demi Allah A****g Aing Mah An**ng Go***k Siah! Mereka meracaukan kalimat tanpa subjek predikat objek, tanpa makna, dan agak ironis karena kata Allah direndengkan dengan caci maki lainnya.  Tingkah mereka benar-benar mengganggu penumpang lain. Aero pun mulai rewel karena merasa terusik oleh teriakan-teriakan tersebut. Keadaan terus begitu sepanjang jalan (mana macet, pula!), sampai-sampai saya ingin menyumpal kuping, setelah sebelumnya menyikat mulut anak-anak SMP itu pakai abu gosok!

Sekonyong-konyong, ibu yang duduk di hadapan saya mencubit anak laki-lakinya yang masih SD, sambil bicara keras-keras, “AWAS YAH, BERANI NGOMONG UNJANG-ANJING KAYAK GITU, MAMA SENTIL MULUTNYA!”

Si anak SD yang dicubit protes, karena dia tidak merasa bersalah. Di sela-sela protes anak itu, si Ibu masih mengomel panjang lebar tentang pentingnya akidah, moral, nilai-nilai kesopanan, bla bla bla, yackety schmackety, yadda yadda…  dengan suara keras. Ketiga remaja yang keterlaluan tadi langsung diam. Cara si ibu berhasil, walau dia harus “mengorbankan” (halah!) anaknya yang sedari tadi duduk diam dengan manisnya.

Sementara itu, angkot saya tiba di tempat tujuan, dan saya pun turun dengan pikiran yang berkecamuk cemas. Oh, society, please be kind…

Hwaaaaa…. saya punya DUA anak cowok!

-nat-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s