Old Haunts

Curhat ah…

Saya lagi menerjemahkan satu buku fantasi remaja, dan menemukan frasa “old haunts.” Saya pikir artinya adalah “momok-momok lama,” mengingat si tokoh utama buku ini harus mengatasi luka-luka di masa lalu yang terus menghantuinya.

Awalnya, saya yakin betul dengan terjemahan itu. Tapi, ketika googling arti “old haunts,” saya menemukan terjemahan yang sama sekali berbeda dari “momok-momok lama” itu.

Menurut berbagai sumber “old haunts” berarti tempat yang sering dikunjungi. Alias “Tempat Nongkrong.”

Aha! Karena “old haunts” ini muncul di judul sebuah bab, saya sempat memutuskan untuk memakai “Tongkrongan-Tongkrongan Lama” sebagai terjemahannya.

Tapi asa-asa kumaha kituuuu… Saya belum sepenuhnya “rela” dan “puas” menggunakan kata itu, meskipun segmentasi bukunya memang untuk remaja.

Hiks…

Sekian ah curhatnya… nanti di-update lagi.

-nat-

BTW: ada saran?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s