Warna Tanah – Kim Dong Hwa

WARNA TANAH (Buku pertama Trilogi Warna):

Graphic Novel

oleh Kim Dong Hwa

Gramedia Pustaka Utama

Ketika membaca buku ini, terus terang saya merasa “agak” iri, karena hubungan saya dengan ibu saya sendiri bukan jenis yang “akrab” seperti hubungan Ehwa dan ibunya. Jangan salah, saya dan ibu saya sangat dekat, dan saya menceritakan hampir semua yang saya alami dalam hidup saya kepada beliau (dulu, sekarang tidak lagi. Haha…). Pada dasarnya karena saya bawel, bukan karena saya memang sedang ingin curhat. Terus terang saja, saya adalah orang yang malas bertanya, dan ibu saya adalah orang yang tidak pernah menjawab dengan kata-kata. Hanya dengan satu lirikan tajam saja, misalnya, saya tahu bahwa beliau sedang marah.

Waktu saya datang bulan untuk pertama kalinya, saya pun bercerita kepada beliau, “Bu, bla… bla… bla…” Beliau cuma menjawab, “selamat.” Dan yang lebih heboh ternyata ayah saya yang tampak terharu anak gadisnya sudah menginjak kedewasaan. (Kok terharu, ya? Bukannya tambah cemas?)

Nah, saya lebih merasakan kedekatan seperti Ehwa dan ibunya itu dengan nenek saya. Pada malam sebelum pernikahan saya, yang memberi petuah tentang “kumbang dan bunga” adalah beliau, bukannya ibu saya. Kebayang kan, saya malah cekikikan menertawakan nenek saya yang gaya berceritanya sungguh jadul dan ngalor-ngidul ke mana-mana ketika menjelaskan bahwa bayi berasal dari sini, bukannya dari situ, dan bayi terjadi karena lelaki dan perempuan “berpelukan”. Helloooo… saya sudah 27 tahun waktu itu… dan beliau menjelaskannya seolah saya anak TK.

Yang membuat saya ngakak guling-guling adalah saat nenek saya menjelaskan, bahwa sebelum “pelukan” terjadi, yang harus dilakukan oleh si suami adalah “mengetuk pintu”, yaitu dengan cara saling berpegangan tangan ambil main adu jempol (ato ayam-ayaman) seraya membaca doa bersebadan keras-keras.

Nah, saya melantur.

Begitulah saya ini, padahal saya cuma mau bilang, kalau saya SUKA novel grafis Kim Dong Hwa ini.

Sekian.

4/5

Advertisements

One thought on “Warna Tanah – Kim Dong Hwa

  1. Pingback: [Book Review] Warna Tanah by Kim Dong Hwa | lustandcoffee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s