Reputasi

Mari kita renungkan rame-rame…

Kemarin saya main ke salah satu penerbit besar di Jakarta, dan salah satu editornya mengeluh-ngeluh kepada saya, betapa seseorang penerjemah “besar” telah mengecewakan dirinya. (Halah…)

Jadi, si penerjemah tersebut “molor” tenggatnya sampai kira-kira satu setengah tahun, tanpa penjelasan apa-apa.

Sang editor langsung berkata, “Saya takjub, betapa orang itu memiliki kemampuan untuk merusak reputasinya sendiri.”

Editor tersebut langsung mencoret, status “besar” di belakang nama penerjemah itu dan memasukkannya ke dalam black-list “saya kapok pake lagi jasanya.”

Nah, bagi yang pemula, ini kesempatan bagi kalian. Hihihi. Saya sendiri, sebagai penerjemah pemula, merasa ketiban rezeki, karena ketika si penerjemah tersebut dicoret, saya justru mendapatkan pekerjaan.

Intinya: Hargai deadline yang sudah disepakati bersama. Dan kalau memang ada masalah, tolonglah luangkan waktu untuk memberitahu para pemberi kerja, karena toh mereka nggak akan galak-galak. Kalau alasannya masuk akal (contoh EKSTREM-nya, dipenjara karena terlibat kasus hukum), pasti para pemberi kerja akan memakluminya.

Sekadar perenungan.

-nat-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s