The Secret History of the Lord of Musashi and Arrowroot: Two Novels

Ini editan pertama saya di Kantera. Yaay…

LORD OF THE MUSASHI:
Kastil Ojika diserang. Suasana mulai mencekam, banyak prajurit terluka dan gugur. Hoshimaru, putra daimyo Musashi, berusia dua belas tahun, tertawan di kastil tersebut sejak kecil.

Rasa ingin tahunya akan perang yang besar, membuatnya melihat hal-hal yang seharusnya tidak dilihat oleh anak seusianya. Dari situlah ia mulai menderita “masochistic.”

Setelah dewasa, Hoshimaru merubah namanya menjadi Terukatsu. Sekarang, dia adalah seorang prajurit yang tangguh dan disegani. Terukastu mengabdi pada Norishige, kepala Klan Tsukuma. Dalam sebuah pertempuran, Norishige diincar oleh pembunuh bayaran dan ia berusaha untuk melindunginya. Tetapi peristiwa tersebut justru menguak ingatannya akan rahasia masa kecilnya yang telah ia kunci rapat-rapat, lalu keluar bagaikan semburan air beserta dengan hasrat dan fantasi-fantasi liarnya.

Hingga akhirnya ia menjadi penguasa, penyakit yang dideritanya menjadi lebih tak terkendali. Perilaku seks menyimpangnya terasa sangat membebani hidupnya, dan hal ini tak pernah diceritakan dalam sejarah resmi, dan sebagian besar orang tidak mengetahuinya.

Benarkah kisah ini? Berhasilkah Terukatsu menyembuhkan masochist yang dideritanya dan menjadi horor bagi orang disekelilingnya?

======================================================

ARROWROOT:
Pedalaman Yoshino di Yamato, merupakan tempat berasalnya banyak legenda seperti: Raja Surgawi dan Genderang Hatsune. Junichiro bersama sahabatnya, Tsumura, tertarik menjelajahinya untuk mengungkap kebenaran akan legenda-legenda tersebut.

Dalam perjalanannya, Junichiro juga membantu Tsumura untuk menemukan keluarga ibu kandungnya di sebuah desa yang merupakan desa pembuat kertas. Di desa itu pun terkenal dengan sebuah legenda yang bertahan turun temurun.

Perjalanan mereka akan membawa kita ke Jepang beberapa puluh tahun silam. Dengan pendeskripsian yang sangat detail dan gaya bahasa yang menarik, kisah ini akan menyihir pembacanya untuk masuk ke petualangan mereka dalam menelusuri Yoshino yang alami dan eksotis.

Pujian:
“Karya yang indah … sebuah perkenalan yang baik akan kehebatan Tanizaki yang istimewa; keanggunannya, gaya antiknya, keragamannya yang menakjubkan.”
– Kirkus Reviews

“Junichiro Tanizaki bisa dikatakan sebagai novelis Jepang hebat abad ini.”
– Edmund White, New York Times Book Review

“Arrowroot dipaparkan dengan keterampilan yang mengagumkan, dalam gaya santai dan blak-blakan dari seseorang yang memang terlahir untuk menjadi penulis.”
– John Updike, The New Yorker

“Ini fiksi, subversif, dan self-referensial, karya Tanizaki ini sangatlah mempesona. Ini adalah sebuah karya masterpieces. ”
– The Nation

“Tanizaki mengubah halaman tersebut ke dalam ritual teater Kabuki.”
– Newsday

“Prosa Tanizaki’s terlukiskan dengan singkat dan elegan, menarik kita ke sebuah lingkungan yang sepertinya kita sudah mengetahui sebelumnya … Dan eksotis. Pemisahan dan keterpencilan, adalah… Sangat Memikat.”
– New York Magazine

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s