The Book Thief by Markus Zusak

The Book Thief
Markus Zusak
Alfred A. Knopf Books
1st Edition, 2005
552 p.
ISBN: 9780375842207

Buku yang bercerita tentang buku selalu berhasil menarik perhatian saya. Bahkan kalau temanya berkisar ke seputar masalah yang biasanya enggan saya sentuh. Contohnya saja: tentang Holocaust, tentang Nazi, tentang perempuan yang teraniaya, tentang fasis-komunis-totalitarian, dsb dsb. Pokoknya tema-tema yang berat dan secara pribadi membuat saya “makan-ati”.

Intinya, buku tentang buku terasa lebih menggiurkan sehingga bisa mengatasi keengganan saya terhadap tema-tema  “mengerikan”.

Cerita bermula ketika sang Narator menemukan sebuah buku bersampul hitam tergeletak di antara puing-puing bangunan. Buku milik seorang gadis jerman, yang kisahnya tertulis di sana. Ketika memutar waktu (atau ingatannya?) kembali, sang Narator ternyata pernah bertemu dengan gadis itu tiga kali (secara tidak sengaja, sementara pertemuan yang keempat memang disengaja).

Sang Narator mengetahui bahwa: (1) gadis itu adalah seorang pencuri buku; (2) ada kualitas pribadi gadis itu yang entah mengapa menarik perhatiannya; dan (3) gadis itu adalah orang yang ia sebut sebagai “the leftover”, orang yang tersisa/yang bertahan hidup.

Sang Narator ini berprofesi sebagai pengumpul serpihan-serpihan jiwa manusia. Bayangkan betapa sibuknya dia, karena saat itu sedang pecah Perang Dunia II sementara Hitler sedang menjalankan ideologi fasisnya. Ya, sang narator adalah sang Malaikat Maut atau kita sebut saja sebagai Death.

Death bercerita dengan gaya yang kocak dan sompral namun sinis. Dia juga seringkali ember karena suka membocorkan akhir cerita (katanya, akhirnya aja udah cukup menyedihkan sehingga dia tidak mau pembacanya terkejut). Ia terus-terusan mencoba menyadarkan pembaca bahwa kematian itu tidak seperti yang dipikirkan manusia selama ini.

Ini adalah kisah tentang Liesel, gadis berumur 10 tahun yang selalu dihantui kenangan akan kematian adiknya ketika diangkat anak oleh keluarga Hubermann. Tentang Papa Hubermann yang bijak dan gemar bermain akordeon; tentang Mama Hubermann yang bermulut kasar tapi berhati seluas samudra. Persahabatan Liesel dengan Rudi Steiner. Pertemuan Liesel Meminger dengan Max Vandenburg, seorang Yahudi yang bersembunyi dari kejaran Nazi. Ini kisah tentang seorang pencuri buku (dan banyak lagi yang dicurinya selain buku, tapi malah gak relevan sama judulnya kalau dituliskan).

Ughhh… I am not such a good story-teller, am i??!!

Anyway, I highly recommend this book to you. The Book Thief is a you-could-not-put-down-til-you-had-finished-reading kind of book. It deserves 6 stars.

-nat-

Review ini pernah dimasukkan ke bookzfreak.blogspot.com yang sudah tidak saya aktifkan, pada tanggal 12 November 2008

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s